dia(mereka) dalam pikiranku yang kotor

May 8, 2010

Kita tidak mengatakan bahwa kitalah yang terbaik dari seluruh yang ada di alam semesta. tapi dia selalu memberikanku yang terbaik di dalam hidup.
selama ini tidak ada kebahagiaan yang lebih indah dari pada bisa bersyukur dan menikmati kehidupan yang kita jalani. bukankah sifat dasar manuisa selallu tidak puas diri dan selalu ingin lebih. ketika berjalan melewati satu batasan, kita menjadi lebih dewasa mengenal kehidupan. aku terus berfikir dimana ujungnya? dimana letak kesalahan awalnya? bukankah dia selalu mengajariku banyak hal sampai aku mengerti letak kebenaran di atas kebohongan dunia?

aku menafsirkan bahwa kehidupan ini tidaklah lama. terlalu banyak yang harus dikerjakan. semuanya terlihat sempurna ketika melepaskan tanganku dari genggamannya dan menyuruhku berjalan sendirian kedalam cahaya.
apakah aku begitu merasa ketakutan? perasaan pertama saat menjalaninya begitu tidak bisa dibayangkan. godaan untuk langsung terjun bebas diantara ribuan kemunafikan.
berbuat hal yang tidak wajar begitu menggoda saat aku berada pada musim-musim kekeringan.
ketidakstabilan membuat bimbang dan langkah lunglai yang gontai dalam menapaki hidup.
bukankah dia mengajarimu untuk mengerti? bahwa dunia tidak hanya terdiri dari orang-orang baik, tetapi juga orang-orang munafik yang penuh dengan intrik, dan perlahan sesuatu yang suci pun akan termasuk salah satu didalam kerumunan orang seperti itu. ya, kita semua di dunia seperti itu.

aku meminta maaf atas pikiran-pikiranku yang lancang dan vulgar. seringnya pemikiran itu terlintas saat aku, dia , dan yang lainnya bersama. dia, dia, dia dia dia aku terlalu sering menyebut nama dia tanpa menyadari resiko penyebutan namanya didepan publik.
dia (mereka) motivator terbesar dalam kehidupan. seperti oksigen yang memasuki paru-paru, terasa begitu menyenangkan dan melegakan ketika menghirupnya.
terimakasih

every time the spirit was fading

May 8, 2010

every time it comes despair. every time the spirit was fading.
every time it all seemed bleak, trying to remember those who are more
to be pitied than myself. that before the match already having
defeat. mistakes made by mistake or deliberately
not intentionally make a defeat for defeat during exercise.

perhaps less effort made to feel that luck is not
side. and felt so much bad luck came to me
sometimes we feel hesitant in walking, and even wanted to run from reality to feel so hopeless and lost hope. but in fact there are many things within ourselves that we just do not know all the potential that

weep not for nothing but regret the absence of excessive effort will only make us sink deeper and deeper.
we might have tried to do my best, but we can not determine the end. maybe we’ve given the best of ourselves, but still people say bad things about us

when the ratio was no longer able to rationalize all that is, when the heart is too tired to be patient and stay out of this. when tears are drained away no more energy left.

only god who can interpret everything that happens to us. we may feel so depressed for a while. and hoped that a light will come back again. only god to be able to answer all the prayers and questions. may god forgive the presumptuousness the thoughts that always came

last year(all just a matter of time)

May 8, 2010

last years of this. has always been a tough year. so many
problems and pressure from outside and within. sometimes the problem is not
But as to be something big and little problems of global impact.
it’s breath too hard, let alone to carry oxygen to
safely into the lungs. like breathing in water or
can not even breathe at all.
problems that come because of our thoughts alone, exacerbate
circumstances.
intimidated by the feelings have been going to form a
pattern in which provides a big question mark and will make us
confused. we are stuck inside trying to find a way out and all
is likely to seem so complicated. wanted to speed up this time
or if you can not come to this time. because this time change
We live in a twinkling of an eye to those who we do not even
know ourselves.

last year. self-reflection we are no longer visible all
become apparent in the shadow of the difficult we digested the brain capacity
Any clever and even a high IQ.
of frustration, even deperesi mad and committed suicide because
not find the answer and can not deflect all there
in the hearts and minds out.
change people become introverted and try to be stronger than
previously. do not understand what is really happening to,
while the body can not sustain itself much longer standing in
circumstances like this. make all the darkness in his eyes.
loss of common sense, that there is only thought to have some fun. the
is not the best way to find happiness.

all just a matter of time, which must be experienced with the condition that no
understood and the problem grew from day to day be tricky
in our own minds.
but it must be passed by itself, because time is not eternal
eternal. This time will be replaced by others and all problems
when the time comes we will feel even miss this time.

hujan dan bulan desember(to be continue)

March 3, 2009

Semerbak wangi melati merasuki ruangan kamarmu yang usang nan tua. Ukiran dan lukisan wanita tanpa busana memenuhi dinding dingin tak bertuan ini. Aku mengamatinya dengan penuh hasrat darimana sang maestro berasal. Apakah cinta yang tulus saja dapat memberikannya kehidupan emosi yang begitu dalam dan kokoh.

Kemudian, tiga orang wanita mengetuk pintu usang hampir roboh itu, aku yang melamun duduk di ranjang hangatmu tresentak. Mereka berbusana rapi dengan kebaya dan batik khas. Aku lagi-lagi mecium wangi khas orang tua di kamar ini. Setelah lalu lalang sebentar dan mampir ke kamarmu, aku melanjutkan perjalananku. Perjalanan yang selalu ingin aku lewati bersamamu. Perjalanan yang membagi banyak hasrat dan nafsuku untuk dunia ini. Perjalanan yang menguji kesetiaan dan emosiku.

Sebuah ruangan 01 Desember..

Lalu bibirmu mengatup perlahan dan nafasmu tersengal-sengal dengan gersang. Aku menjerit tak karuan didekat perapian aku melihat ibu dan bapakmu terkulai lemas melihatmu memasuki ruangan itu. Para wanita berbaju putih mendorongku hingga aku hampir terjerembab ke pintu dibelakangku. Aku menangis saat itu. Hanya aku dan Tuhan yang mengetahi bagaimana perasaanku saat itu. Perasaan menyesal dan bersalah.

Akhirnya tepat pukul 00.00 kau mengembuskan nafasmu dengan mesra dengan simpul senyum menawan. Aku menyaksikannya dengan penuh haru dan kedua orangtuamu menatapku seolah ini semua kesalahanku. Aku terduduk, lemas tak ada lagi kekuatan yang bisa membawaku dari petaka ini. Lama aku merasakan inilah jalan yang terbaik yang harus aku hadapi, bahkan kenyataan pahit ini sekalipun tak pernah membuatku mati dihadapanmu.

to be continue…

gambaran masa muda

February 28, 2009

jaman dahulu kala aku hidup di duniaa yang super mengasyikan.

Elegi

February 28, 2009

elegi

Ada satu waktu dimana aku ingin berfikir tentang dirimu. Ada satu kisah yang hanya akan ku bagi denganmu, dengan dirimu seorang. Aku berfikir tentang kita. Tentang apa yang kita tuju dan apa yang kita mau. Aku ingin memotong musim dan mengulungnya bersama senja untuk kuberikan padamu dan kita nikmati paruh musim itu bersama. Waktu jualah yang membawa kita pada pelukan hujan, dan bulan bisa menari menampilkan senyum terindahnya padaku. Aku tidaklah lagi sama, aku telah menghabiskan malamku untuk mencari keadilan itu agar dapat kujalani hidup bersamamu, namun keadilan itu ternyata hanya ada dilangit. Tidak pada pangkuannku.

Aku hanya ingin apa yang kurasakan tidak menjadikan halangan bagimu untuk berbuat apa yang kau mau. Tentang kesedihan yang pernah kuceritakan, lupakanlah, aku bisa lebih tegar dari itu. Kau tak perlu cemas, musim akan membawaku pada saat yang tepat untuk memulai semua dari awal kembali. Seperti bunga yang mekar, aku akan tunjukan padamu betapa aku sangat mecintai dirimu, meskipun aku tak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata, namun perasaanku tak bisa berbohong.

Mungkin saat ini waktu ini sedang bermalam pada sebuah tempat, maka aku tak bisa menikmati senja yang indah ini dalam pelukanmu. Mungkin pijakanku tidaklah kuat, terlalu rapuh, untuk menjalaninya bersamamu. Maafkan aku jika aku tak bisa menghapus airmatamu saat ini. Karena dukaku terlalu pilu kurasa. Aku sendiri tak dapat menanggungnya dengan linangan airmata saja. Sungguh ingin kulewati masa ini dengan dirimu, melihat bintang yang menari dengan indah, dan sayap rembulan yang menggapai matahari pagi. Aku ingin lewati semua denganmu.

Namun aku tak dapat sesali waktu yang terjadi. Aku tak dapat kembali pada sebuah perassaan yang tak membawa kita pada sebuah kenyataan, ini hanyalah mimpi indah kita berdua yang akan selesai, ketika kita terjaga. Aku tahu sulit bagimu menerima keadaan, begitu pula aku, namun akupun tak dapat menepis waktuku yang hanya sekejap. Cinta adalah seperti mawar berduri, indah namun menyakitkan, seperti racun yang mematikan secara perlahan. Aku tak ingin kita berdua mati konyol karena meminum racun ini aku ingin kita berdua bisa bahagia meskipun tidaklah lagi sama. Jika ada kehidupan kedua, atau aku terlahir kembali, aku pasti akan memilih bersama dirimu untuk mencintaimu.

Setiap paginya akan kusapa kau dengan secangkir teh. Akan ku hadiahi dengan senyuman terindah dan kata-kata puitisku hanya untuk dirimu. Aku akan berusaha menggapai rembulan dan memotang pagi agar kita bisa melewatinya dan menikmatinya kapan saja. Aku mungkin tidaklah sesempurna dan tak bisa menjagamu dikala kau membutuhkan diriku, namun percayalah bahwa hati ini hanya dan selalu untukmu kapanpun kau mau ambil hati ini. Aku hanya menyerahkan jiwaku kepadamu. Memang terkadang hidup ini kejam, dan sangat pahit.

Terkadang kita merasa bahwa tidak lagi ada keadilan di muka bumi ini, namun sebenarnya kehidupan seperti teratai yang mekar diatas danau yang indah, menyerupai parasmu yang pula menarik hati. Meskipun telah lama kutinggalkan dirimu dalam hitam, namun kerutan diwajahmu tak terlihat. Aku hanya bisa melihat kebahagiaan. Aku ingin sekali lagi menikmati cinta pertama dengan dirimu, menikmati keindahan dunia ini, dan melihat bayi-bayi kita kecil mungil mewarnai hidup kita, kau saja yang akan memberi mereka nama karena kaulah yang paling berhak, bukanlah aku. Meskipun aku begitu mencintai dirimu dan tak dapat merengkuhmu kepangkuanku.

Namun…..

Aku tak lagi bisa berkata padamu tentang keindahan cinta yang kuceritakan ini. Aku hanya membual dan bermimpi saja. Tidaklah cukup hanya cinta yang membasahi peluh kita. Ada yang harus mengguyur perut kita. Tak hanya jiwa tapi juga raga. Aku tak perlu menanyakan kesungguhanmu, aku yakin padamu seperti perahu dilaut yang yakin akan bertemu dermaga. Cintaku pasti hanya akan berlabuh padamu. Akulah yang paling mengerti besar arti rasa ini padamu. Mungkin hanya langit yang bisa menjawab dan tahu apa yang terjadi didalam hatiku. Jadi mulai detik yang tersapu angin ini, lupakanlah aku, tak ada gunanya menyesali nasib.

Ini hanyalah permainan dari kehidupan atau hanya pemberhentian sementara dalam perjalanan yang singkat ini. Maka carilah cintamu dan kejarlah impianmu. Lupakan aku, untuk hal-hal yang pernah kau mimpikan bersamaku, tinggalkanlah, hati itu hanya untukku dan kau boleh membawa jiwamu terbang bebas kepangkuan siapapun.

Mungkin inilah akhir dari cerita indah yang kita lukis pada langit yang mendung, seharusnya kau mendengar kataku, menunggu langit lebih cerah, baru kau menggoreskan

tintanya. Namun apalah arti dari menyesal? Buah yang jatuh tak mungkin kembali ke pohonnya. Namun lupakanlah semua yang pernah dan telah terjadi diantara kita. Semua ini tidaklah berguna untuk kau sesali dan kau tangisi. Biarlah hanya kita saja yang tau.

Biarlah hanya hati kita kan bicara, bila nanti diwaktu mendatang kita berjumpa, mungkin kau sudah dengan cintamu dan buah hati yang mungil dan lucu, maka maukah kau membaginya denganku? Karena takdirku tidaklah untuk mencintai. Terimaksih atas secangkir teh saat hujan membasahi pilu dan kelu lidahku saat itu sulit berucap kata terima kasih. Entah bagaimana aku bisa membalas budimu. Jika ada yang lebih indah dari cinta maka akan kuberikan kepadamu saat ini juga, sebagi permohonan maafku dan ungkapan terimakasihku. Sayangnya hanya itu yang dunia miliki untuk dinikmati. Mungki dikehidupan yang lain aku dapat membalas budimu.

Selamat tinggal.

Semarang, 24 Juli 2008

Waktu pengahabisan

soekarno v.s soeharto

February 28, 2009

Mungkin kita sudah tahu tentang SUPERSEMAR atau Surat Perintah Sebelas Maret, yang hingga detik ini belum diketahui naskah aslinya, maka dimana naskah asli dari surat yang menimbulkan kontroversi itu? Kita tahu, bahwa surat tersebut diberikan pada Jenderal tertinggi angkatan darat saat itu, Soeharto, namun apakah mandat yang diberikan memang sesuai dengan surat tersebut, ataukah ada permainan politik?

Bung Karno mati dalam tahanan dan terisolir dari dunia luar, apakah ini adil baru saja kemarin kita melihat bagaimana mantan Presiden Soeharto diberikan perawatan yang sangat eksklusif oleh Presiden SBY. Bung Karno mati dengan sejuta pertanyaan yang menghantui kita, apakah dia bersih atau memang bersalah?. Setelah gagal mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di depan MPRS. MPRS terpakasa mencabut jabatannya, dan setelah itu simpatik masyarakat mulai berkurang dan hilang. Dia dianggap sebagai dalang dari pemberontakan PKI, dengan alasan sepele yaitu karena dia tidak membubarkan PKI. Menurut saya hanya orang bodoh yang berpikiran bahwa Bung Karno adalah dalang dari pemberontakan PKI, karena jika kita pkir kembali, apa untungnya untuk Bung Karno, dia saat itu adalah seorang presiden. Tidak untungnya bagi dirinya untuk melakukan kudeta.

Menurut saya alasan sebenarnya mengapa Bung Karno tidak mau membubaran PKI adalah karena Bung Karno mempunyai cita-cita besar dengan NASAKOM (Nasionalis, Agamis, dan Komunis). Keinginannya untuk menyatukan segala perbedaan mengecilkan perbedaan yang ada dan memikirkan segala persamaannya adalah benar. Namun bagaimanapun tetap saja suatu ideologi atau paham tidak dapat begitu saja disatukan, karena setiap paham mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan ada jurang pemisah yang sangat jelas antara tiga paham yang ingin disatukan oleh Bung Karno.

Hal inilah yang saya sayangkan dari Bung Karno, ia memiliki Visi dan Misi yang terkadang tidak dimengerti oleh orang lain, namun tekadnya untuk menyatukan segala perbedaan adalah semangat nasionalisnya yang besar dan kecintaannya pada negara tercinta Indonesia. Banyak orang yang salah menilai tentang pemikirannya, sebagian ibu-ibu bahkan tidak menyukai beliau karena Poligaminya, namun dibalik segala kekurangan yang dia punya, tersimpan semangat perjuangan yang besar. Dalam setiap orasinya kita bisa melihat bagaimana jiwa yang berkobar bagai api yang menyala itu tidak pernah padam.

Namun diakhir hidupnya bapak Proklamator Indonesia ini harus terasingkan, jauh dari keluarga, dan tidak dapat menghirup udara kebebasan. Penyakit yang beliau miliki seolah dijadikan sebagai tameng untuk “menyekapnya” di rumah tahanan. Penyakit yang disebut-sebut menular. Keluarga dan kerabat dilarang menjenguk. Apakah ini suatu bentuk dari menjaga rakyat agar tidak terserang virus mematikan, atau hanya kamuflase dari permainan politik yang disusun oleh orang-orang yang berkepentingan?.

Pada masa tuanya seorang yang besar, yang dielu-elukan namanya oleh setiap rakyat Indonesia, yang begitu dirindukan orasi-orasinya yang membakar jiwa, yang begitu mempunyai tekad besar dalam mewujudkan cita-citanya. Mati dengan sejuta kontroversi.

Lain Soekarno lain pula Soeharto. Pemimpin yang kita kenal sebagai pemimpin sebuah rezim yang begitu dikenal yaitu masa Orde Baru. Selama 32 tahun Soeharto memimpin negeri ini. Memang banyak orang yang menyatakan kebencian terhadap mantan presiden kita ini, namun bagaimanapun juga selama 32 tahun begitu banyak yang ia sumbangkan kepada Ibu Pertiwi.

Soeharto yang akhirnya melepaskan jabatannya setelah dipaksa oleh mahasiswa pada mei 1997. Pada saat itu banyak orang yang mengharapkan adanya Reformasi. Mahasiswa semua bungkam tidak berani menyuarakan tentang reformasi dan demokrasi. Karena setiap kali da yang bersuara maka nasib orang tersebut pastilah hilang entah kemana.

Puncak itu semua adalah kerusuhan yang pada mei 1997. banyak penyimpangan moral dan ketidakperikemanusiaan yang terjadi saat itu, penjarahan dimana-mana, pemerkosaan yang dilakukan oleh aparat yang seharusnya melindungi tapi malah mengambil kesempatan dalam kesempitan, selain itu nilai rupiah semakin melemah dan Negara kita mengalami Inflasi dan Krisis moneter.

Ada banyak teka-teki yang harus diselesaikan saat 32 tahun Soekarno menjabat sebagai presiden. Begitu banyak hutang Negara kepada IMF, kepada PBB dan Amerika yang tidak jelas dananya digunakan untuk apa? Apakah untuk kesejahteraan pendududuk? Buktinya saat ini rakyat tetap masih sengsara.

Teka-teki terbesar yang belum terpecahkan adalah siapa dalang dari PKI, mengapa hanya Soeharto TNI AD yang selamat?. Mengapa hanya rumah Soeharto yang tidak disatroni oleh PKI. Mengapa Soeharto memaksa Bung Karno menandatangani SUPERSEMAR. Apa sebenarnya isi dari SUPERSEMAR? Mengapa Soeharto berhutang begitu banyak sedangkan rakyat tetap miskin dan hartany keluarga cendanya tidak ada habisnya?. Teka-teki yang hanya bisa dijawab oleh Soeharto seorang.

Saat ia dimintai pertangung jawaban, dimntai saksi, diminta datang ke pengadilan, selalu saja ada alasan yang mengganggu. Sampai akhirnya awal 2008 ia kembali sakit dan meninggal pada akhir Januari 2008. Soeharto seorang pemimpin besar yang juga mati dengan sejuta tanda tanya yang harusnya ia ungkapkan untuk meluruskan sejarah, membenarkan persepsi orang tentang dirinya dan Bung Karno.

Jika ada ahli waris harta, mengapa kasus hukum Soeharto tidak diwariskan kepada anak-anaknya?. Dan mengenai sejarah yang seharusnya diluruskan, coba saja tanya pada orang-orang kepercayaan Soeharto yang selama ini bungkam. Saatnya kita berani untuk mengungkap kebenaran. Karena angsa kita sudah terlalu lama dijajah, oleh kemiskinan, kebodohan, dan kebohongan sejarah yang ada.

Soekarno dan Soeharto dua pemimpin besar yang sama-sama meninggalkan kontroversi. Namun bagaiamanapun jelknya kedua pemimpin Orde Lama dan Baru ini telah memberikan sumbangsih mereka kepada Ibu Pertiwi. Dan hal yang harus kita syukuri adalah bagaimna nikmatnya berbicara tentang kebenaran saat ini. Bayangkan saja perjuangan Bung Karno yang berkali-kali diasingkan, dipenjara dan menelan pahit, getir perjuangan membela Kemerdekaan Indonesia atau Soeharto yang berhutang banyak untuk negara dan banyak rakyat yang merasa sejahtera saat era kepemimpinannya.

Dibalik semua itu, kebenaran adalah tetap kebenaran yang harus kita perjuangkan dan kita junjung tinggi. Hukum tetap harus ditegakkan, sejarah tetap harus diluruskan. Jangan biarkan anak cucu kita menjadi korban kebohongan sejarah.

Soekarno dan Soeharto dua pemimpin besar yang penuh rahasia, teka-teki, dan kontroversial. Mereka mati meninggalkan sejuta tanya yang belum terjawab.

Ca Bau Kan

February 28, 2009

Sebuah film karya Nia Dinata, yang mengangkat tema sejarah bangsa ini di masa lalu tentang percintaan saudagar kaya raya keturunan cina dengan seorang “Ca Bau Kan” perempuan dalam bahasa cina Hokian. Percintaan yang dikemas apik dalam film berdurasi 110 menit itu menyuguhkan gambar-ganbar tentang kota jakarta di Tahun 1930-1960an. Sutradara mencoba menggambarkan keadaan beberapa tempat yang pengambilan gambarnya tidak dapat diambil di Jakarta melainkan di Lasem, Semarang, dan Ambarawa.
Film ini menjadikan Fery Salim dan Lola Amaria sebagai pemeran utamanya, mereka berdua bermain sangat baik dalam film ini, Fery Salim sebagai Tan Pe Liang Semarang seorang saudagar kaya raya keturunan Tionghoa asal Semarang yang datang ke Jakarta untung berdagang jatuh cinta kepada seorang Ca Bau Kan bernama Tinung yang Ia temui tidak sengaja saat ada acara perayaan di Betawi atau Batavia.
Setelah pertemuan pertamanya itu, Tan Pe liang sangat terkesan pada Tinung, dan menjajinkan banyak uang jika Tinung dapat menghiburnya. Pada saat itu Tinung yang sedang hamil anak pertamnya hasil dari suami pertamanya yang meninggal. Setelah melahirkan anak pertamanya Tinung mulai ikut sanggar penari congkek, dan mulai belajar menyanyi. Saat ada perayaan selanjutnya ia menari dan bernyanyi dengan sangat baik, dan memikat hati banyak orang. Tan Pe Liang menjadi tertarik, dan menginginkan Tinung untuk datang kerumahnya.
Tan Pe Liang sendiri sudah mempunyai 2 orang anak dan istri yang sedang sakit-sakitan. Hasil dari hubungannya dengan Tinung, menghasilkan seorang anak perempuan yang cantik. Akhirnya dengan persetujuan istri pertamanya Tan Pe Liang menikahi Tinung dan Tinung dibawa ke Semarang untuk dikenalkan kepada ibunya yang asli orang Semarang.
Di Batavia ada perkumpulan saudagar-saudagar Cina yang bernama Kong Huan yang mengajak Tan Pe Liang ikut bergabung, namun ia tidak mau karena merasa mempunyai tujuan yang berbeda. Para pengusaha di perkumpulan Kong Huan menjadi geram dengan ulah Tan Peliang yang sombong dan angkuh ini. Lalu segala trik dilakukan agar Tan Pe liang tersingkirkan. Beberapa tahun kemudian Tan Pe Liang tertangkap dengan tuduhan memalsukan uang. Setelah Tan Pe Liang tertangkap dan di penjara, kehidupan Tinung kembali seperti biasa dan merwat dua orang anaknya dengan sisa harta yang ia miliki. Tiba-tiba ada seorang belanda yang menginginkan kedua anaknya menjadi anaknya dengan bayaran yang cukup mahal, kontan Tinung bingung dengan tawaran itu, satu sisi ia butuh makan dan anaknya butuh jaminan untuk hidup senang tapi disisi lain ia sangat menyayangi kedua anak perempuannyaa itu.
Akhirnya kedua anaknya itu dibawa ke Belanda dan dibesarkan disana. Setelah beberapa tahun ada kabar bahwa Tan Pe Liang meninggal, yang ternyata hanya kamuflase untuk menghilangkan jejaknya saja. Ia pergi ke makau dan Thailand untuk berdagang dan memulai kembali usahanya disana. Setelah kepergian kedua anaknya dan ditinggal oleh suami tercinta kehidupan Tinung makin tak karuan, ia kembali menjadi Ca Bau Kan di Pasar Jodo. Saat pendudukan Jepang ia dijadikan Lanfu dan disiksa habis-habisan, sampai kedatangan Tan Pe Liang ke Batavia, Tinung ditemukan menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Tan Pe Liang ternyata masih setia mencintai istrinya itu, maka ia kembali membwa Tinung dalam pelukannya.
Setelah kamum pemuda mampu menaklukan Jepang dan memproklamirkan kemerdekaan Tan Pe Liang dihadiahi sebuah Bank oleh kakak sepupunya yang asli orang Indonesia, banyak yang iri dengan keberhasilannya dan merencanakn pembunuhan atas dirinya, terutama pengusaha-pengusaha Kong Huan. Maka terlaksanalah rencana busuk mereka, seorang rekan bisnis Tan Pe Liang yang sengaja berpura-pura ingin membuat perjanjian bisnis ternyata meracunya dengan buah tangan yang ia bawa.
60 tahun kemudian, anak pertama Tan Pe Liang dan Tinung kembali dari Belanda mencari jejak kedua orang tua kandungnya, dan menemukan bagaimana kekuatan cinta mereka yang tidak terkalahkan oleh waktu dan keadaan macam apapun yang mencoba memetikan cinta mereka dan memisahkan mereka. Ia akhirnya mengungkap seua cerita duka kedua orangtuanya, dan memaafkan semua pelaku kejahatan kepada kedua orangtuanya tersebut. Cik Lan, menghadiahi keikhlasan melepas kedua orangtuanya yang tak pernah ia rasakan kehadirannya secara nyata namun ia begitu merasakan kasih sayang mereka abadi di dalam dirinya, karena kekuatan cinta kedua orang tuanya

Hello world!

September 30, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.