Mungkin kita sudah tahu tentang SUPERSEMAR atau Surat Perintah Sebelas Maret, yang hingga detik ini belum diketahui naskah aslinya, maka dimana naskah asli dari surat yang menimbulkan kontroversi itu? Kita tahu, bahwa surat tersebut diberikan pada Jenderal tertinggi angkatan darat saat itu, Soeharto, namun apakah mandat yang diberikan memang sesuai dengan surat tersebut, ataukah ada permainan politik?
Bung Karno mati dalam tahanan dan terisolir dari dunia luar, apakah ini adil baru saja kemarin kita melihat bagaimana mantan Presiden Soeharto diberikan perawatan yang sangat eksklusif oleh Presiden SBY. Bung Karno mati dengan sejuta pertanyaan yang menghantui kita, apakah dia bersih atau memang bersalah?. Setelah gagal mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di depan MPRS. MPRS terpakasa mencabut jabatannya, dan setelah itu simpatik masyarakat mulai berkurang dan hilang. Dia dianggap sebagai dalang dari pemberontakan PKI, dengan alasan sepele yaitu karena dia tidak membubarkan PKI. Menurut saya hanya orang bodoh yang berpikiran bahwa Bung Karno adalah dalang dari pemberontakan PKI, karena jika kita pkir kembali, apa untungnya untuk Bung Karno, dia saat itu adalah seorang presiden. Tidak untungnya bagi dirinya untuk melakukan kudeta.
Menurut saya alasan sebenarnya mengapa Bung Karno tidak mau membubaran PKI adalah karena Bung Karno mempunyai cita-cita besar dengan NASAKOM (Nasionalis, Agamis, dan Komunis). Keinginannya untuk menyatukan segala perbedaan mengecilkan perbedaan yang ada dan memikirkan segala persamaannya adalah benar. Namun bagaimanapun tetap saja suatu ideologi atau paham tidak dapat begitu saja disatukan, karena setiap paham mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan ada jurang pemisah yang sangat jelas antara tiga paham yang ingin disatukan oleh Bung Karno.
Hal inilah yang saya sayangkan dari Bung Karno, ia memiliki Visi dan Misi yang terkadang tidak dimengerti oleh orang lain, namun tekadnya untuk menyatukan segala perbedaan adalah semangat nasionalisnya yang besar dan kecintaannya pada negara tercinta Indonesia. Banyak orang yang salah menilai tentang pemikirannya, sebagian ibu-ibu bahkan tidak menyukai beliau karena Poligaminya, namun dibalik segala kekurangan yang dia punya, tersimpan semangat perjuangan yang besar. Dalam setiap orasinya kita bisa melihat bagaimana jiwa yang berkobar bagai api yang menyala itu tidak pernah padam.
Namun diakhir hidupnya bapak Proklamator Indonesia ini harus terasingkan, jauh dari keluarga, dan tidak dapat menghirup udara kebebasan. Penyakit yang beliau miliki seolah dijadikan sebagai tameng untuk “menyekapnya” di rumah tahanan. Penyakit yang disebut-sebut menular. Keluarga dan kerabat dilarang menjenguk. Apakah ini suatu bentuk dari menjaga rakyat agar tidak terserang virus mematikan, atau hanya kamuflase dari permainan politik yang disusun oleh orang-orang yang berkepentingan?.
Pada masa tuanya seorang yang besar, yang dielu-elukan namanya oleh setiap rakyat Indonesia, yang begitu dirindukan orasi-orasinya yang membakar jiwa, yang begitu mempunyai tekad besar dalam mewujudkan cita-citanya. Mati dengan sejuta kontroversi.
Lain Soekarno lain pula Soeharto. Pemimpin yang kita kenal sebagai pemimpin sebuah rezim yang begitu dikenal yaitu masa Orde Baru. Selama 32 tahun Soeharto memimpin negeri ini. Memang banyak orang yang menyatakan kebencian terhadap mantan presiden kita ini, namun bagaimanapun juga selama 32 tahun begitu banyak yang ia sumbangkan kepada Ibu Pertiwi.
Soeharto yang akhirnya melepaskan jabatannya setelah dipaksa oleh mahasiswa pada mei 1997. Pada saat itu banyak orang yang mengharapkan adanya Reformasi. Mahasiswa semua bungkam tidak berani menyuarakan tentang reformasi dan demokrasi. Karena setiap kali da yang bersuara maka nasib orang tersebut pastilah hilang entah kemana.
Puncak itu semua adalah kerusuhan yang pada mei 1997. banyak penyimpangan moral dan ketidakperikemanusiaan yang terjadi saat itu, penjarahan dimana-mana, pemerkosaan yang dilakukan oleh aparat yang seharusnya melindungi tapi malah mengambil kesempatan dalam kesempitan, selain itu nilai rupiah semakin melemah dan Negara kita mengalami Inflasi dan Krisis moneter.
Ada banyak teka-teki yang harus diselesaikan saat 32 tahun Soekarno menjabat sebagai presiden. Begitu banyak hutang Negara kepada IMF, kepada PBB dan Amerika yang tidak jelas dananya digunakan untuk apa? Apakah untuk kesejahteraan pendududuk? Buktinya saat ini rakyat tetap masih sengsara.
Teka-teki terbesar yang belum terpecahkan adalah siapa dalang dari PKI, mengapa hanya Soeharto TNI AD yang selamat?. Mengapa hanya rumah Soeharto yang tidak disatroni oleh PKI. Mengapa Soeharto memaksa Bung Karno menandatangani SUPERSEMAR. Apa sebenarnya isi dari SUPERSEMAR? Mengapa Soeharto berhutang begitu banyak sedangkan rakyat tetap miskin dan hartany keluarga cendanya tidak ada habisnya?. Teka-teki yang hanya bisa dijawab oleh Soeharto seorang.
Saat ia dimintai pertangung jawaban, dimntai saksi, diminta datang ke pengadilan, selalu saja ada alasan yang mengganggu. Sampai akhirnya awal 2008 ia kembali sakit dan meninggal pada akhir Januari 2008. Soeharto seorang pemimpin besar yang juga mati dengan sejuta tanda tanya yang harusnya ia ungkapkan untuk meluruskan sejarah, membenarkan persepsi orang tentang dirinya dan Bung Karno.
Jika ada ahli waris harta, mengapa kasus hukum Soeharto tidak diwariskan kepada anak-anaknya?. Dan mengenai sejarah yang seharusnya diluruskan, coba saja tanya pada orang-orang kepercayaan Soeharto yang selama ini bungkam. Saatnya kita berani untuk mengungkap kebenaran. Karena angsa kita sudah terlalu lama dijajah, oleh kemiskinan, kebodohan, dan kebohongan sejarah yang ada.
Soekarno dan Soeharto dua pemimpin besar yang sama-sama meninggalkan kontroversi. Namun bagaiamanapun jelknya kedua pemimpin Orde Lama dan Baru ini telah memberikan sumbangsih mereka kepada Ibu Pertiwi. Dan hal yang harus kita syukuri adalah bagaimna nikmatnya berbicara tentang kebenaran saat ini. Bayangkan saja perjuangan Bung Karno yang berkali-kali diasingkan, dipenjara dan menelan pahit, getir perjuangan membela Kemerdekaan Indonesia atau Soeharto yang berhutang banyak untuk negara dan banyak rakyat yang merasa sejahtera saat era kepemimpinannya.
Dibalik semua itu, kebenaran adalah tetap kebenaran yang harus kita perjuangkan dan kita junjung tinggi. Hukum tetap harus ditegakkan, sejarah tetap harus diluruskan. Jangan biarkan anak cucu kita menjadi korban kebohongan sejarah.
Soekarno dan Soeharto dua pemimpin besar yang penuh rahasia, teka-teki, dan kontroversial. Mereka mati meninggalkan sejuta tanya yang belum terjawab.